Subscribe:

Selasa, 20 November 2012

Trik Mengurangi Biaya Asuransi Kesehatan

Banyak orang membeli produk asuransi tanpa memahami betul manfaat dan risiko dari produk tersebut. Untuk asuransi kesehatan, misalnya, kita sering berpikir bahwa mengantungi produk ini artinya kita sudah terjamin seutuhnya dalam hal kesehatan. Dengan kata lain, berapa pun ongkos perawatan yang kita keluarkan akan diganti seluruhnya. Padahal, tidak selalu begitu.
Perusahaan asuransi memiliki standar atau kalkulasi tertentu dalam menetapkan cakupan asuransi atau jumlah santunan yang bisa Anda terima. Beberapa faktor yang menentukan jumlah santunan itu antara lain, seberapa sehat kondisi tubuh Anda, bagaimana riwayat kesehatan keluarga Anda, dan berapa besar jumlah premi yang Anda bayarkan.
Sebaiknya, Anda membeli produk asuransi kesehatan ketika usia Anda masih muda, dan kondisi kesehatan sedang prima. Ketika asuransi kesehatan Anda beli saat tubuh Anda sedang tidak fit, atau sedang menjalani perawatan untuk penyakit tertentu, bisa jadi klaim Anda justru tidak diterima dalam kurun waktu tertentu.
Baca juga: Bergaya Hidup Sehat dan Panya Asuransi Sama Pentingnya
Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari asuransi kesehatan, yang bisa Anda lakukan adalah:
1. Turunkan berat badan Anda. Pastikan Anda mempertahankan berat badan tidak naik dan tetap di angka yang normal. Dengan demikian, premi asuransi Anda akan menjadi rendah. Anda bisa mengecek berat badan normal Anda melalui penghitungan indeks massa tubuh (IMT). Bila hasil IMT menunjukkan bahwa berat badan Anda termasuk dalam kelas di overweight, perusahaan asuransi akan men-charge Anda dengan premi yang tinggi.

2. Rutin olahraga. Secara tidak langsung, asuransi kesehatan juga berfungsi menjaga jadwal olahraga Anda. Kalau Anda menjadikan olahraga sebagai kegiatan rutin, Anda akan terbiasa tetap aktif dan memberikan image yang positif mengenai kesehatan Anda.

3. Kurangi kebiasaan merokok
. Kebiasaan merokok akan mempengaruhi premi asuransi  secara negatif, dan kemungkinan tidak akan memberikan manfaat yang maksimal untuk Anda. Jika Anda berusaha menyembunyikan kebiasaan merokok ini dari agen asuransi Anda supaya bisa mendapat rate yang rendah, barangkali tak akan banyak menolong. Sebab, mayoritas kebijakan asuransi meliputi tes darah. Tes semacam ini bisa memastikan konsumsi tembakau Anda. Supaya bisa mendapat premi asuransi yang rendah, idealnya Anda sudah dalam keadaan berhenti merokok.
Baca juga: Lajang, Perlukah Membeli Asuransi Jiwa?
4. Hindari alkohol. Premi asuransi kesehatan Anda bisa naik jika Anda mengonsumsi alkohol secara rutin. Akan lebih baik jika Anda menghindari konsumsi alkohol sehingga perusahaan asuransi tidak menemukan alasan lain untuk meningkatkan premi Anda. Namun, sama seperti kebiasaan merokok, Anda harus menghentikan kebiasaan minum alkohol ini jauh sebelum mengirim aplikasi untuk membeli produk asuransi.

5. Tak perlu menambahkan informasi yang tidak bisa Anda ingat. Kalau Anda memang tidak dapat mengingat apakah Anda pernah didiagnosa dengan penyakit tertentu, jangan menambahkannya pada aplikasi asuransi. Rugi dong, kalau Anda mengira Anda mengidap penyakit tertentu sehingga perusahaan asuransi membuat kebijakan bahwa Anda tidak bisa mengklaim biaya perawatan untuk penyakit tersebut dalam jangka waktu dua tahun misalnya. Padahal, dugaan adanya penyakit tersebut tidak terbukti. Karena itu, sebutkan saja yang memang Anda ingat dengan baik.

Perilaku Masyarakat Pengaruhi Kasus Gizi Kurang

Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi

 JAKARTA, Hasil Riset Kesehatan Dasar 2010 mengungkapkan bahwa faktor pengetahuan dan perilaku masyarakat  berpengaruh terhadap kasus gizi kurang di masyarakat, kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi.
  
"Data lain menunjukkan bahwa prevalensi gizi kurang juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan," kata Nafsiah saat memaparkan 'Arah Kebijakan Pembangunan Gizi di Indonesia' pada kegiatan Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi X/2012 di Jakarta, Selasa (20/11/2012).

Masalah gizi kurang diakui Menkes Nafsiah masih menjadi salah satu perhatian utama pemerintah, meski kasusnya terus mengalami penurunan dan diharapkan akan terus berkurang sesuai dengan target Pembangunan Millenium (MDGs).

"Bahwa masalah gizi yang belum selesai adalah masalah gizi kurang dan pendek (stunting). Pada 2010 prevalensi anak stunting 35,6 persen, artinya 1 di antara tiga anak kita kemungkinan besar pendek. Sementara prevalensi gizi kurang telah turun dari 31 persen (1989), menjadi 17,9 persen (2010). Dengan capaian ini target MDGs sasaran 1 yaitu menurunnya prevalensi gizi kurang menjadi 15,5 persen pada  2015 diperkirakan dapat dicapai," kata Menkes.

Ia menambahkan, disparitas masalah gizi kurang menurut provinsi masih sangat lebar. Beberapa provinsi mengalami kemajuan pesat dan prevalensinya sudah relatif rendah, tetapi beberapa provinsi lain prevalensi gizi kurang masih sangat tinggi.

Selain gizi kurang dan stunting,  tiga masalah gizi lainnya yaitu Kekurangan Vitamin A pada anak Balita, Gangguan Akibat Kurang Iodium (GAKI) dan Anemia Gizi pada anak 2-5 tahun sudah dapat dikendalikan. Penanggulangan GAKI dilakukan sejak tahun 1994 dengan mewajibkan semua garam yang beredar harus mengandung iodium sekurangnya 30 ppm. Data status Iodium pada anak sekolah sebagai indikator gangguan akibat kurang Iodium selama 10 tahun terakhir menunjukkan hasil yang konsisten.

Median Ekskresi Iodium dalam Urin (EIU) dari tiga survei terakhir berkisar antara 200-230 µg/L, dan proporsi anak dengan EIU 100 µg/L di bawah 20 persen. "Secara nasional masalah gangguan akibat kekurangan Iodium tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat," kata dia.

Masalah gizi ketiga yang sudah bisa dikendalikan adalah anemia pada anak 2-5 tahun. Prevalensi anemia pada anak mengalami penurunan, yakni 51,5 persen (1995) menjadi 25,0 persen (2006) dan 17,6 persen (2011).

Problem gizi yang mengancam kesehatan masyarakat saat ini, lanjut Nafsiah, adalah gizi lebih. Ini merupakan masalah baru karena dalam beberapa tahun terakhir kasusnya mengalami kenaikan. Prevalensi gizi lebih, baik pada kelompok anak-anak maupun dewasa meningkat hampir satu persen setiap tahun. Prevalensi gizi lebih pada anak-anak dan dewasa, masing-masing 14,4 persen (2007) dan 21,7 persen (2010).

"Pola makan pangan yang tidak seimbang merupakan merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit degeneratif," kata Menkes.

Minggu, 18 November 2012

Puskesmas Soreang Buka Posko Kesehatan di CPI


SATIRA YUDATAMA/"PRLM"OREANG, (PRLM).- Puskesmas Soreang membuka posko kesehatan di kompleks Cingcin Permata Indah RW 11 Desa Cingcin, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Hari pertama pascabanjir, para korban relatif aman dari serangan penyakit akibat banjir, seperti penyakit kulit dan diare.


"Sudah beberapa korban yang mengeluhkan kesehatannya. Kebanyakan mereka mengalami luka saat menyelamtkan diri menghindari banjir," tutur Kepala Puskesmas Soreang, dr. Enda Nurlinda saat dijumpai di lokasi posko, Senin (19/11/12).
Dia menjelaskan, sejumlah korban mengalami luka sayatan karena bergesekan dengan material rumah. Bahkan, salah seorang diantaranya sampai mengalami patah tulang di bagian kaki.
Mengenai korban patah tulang, Enda menuturkan, pihak keluarga bersangkutan lebih memilih untuk merawat sendiri. Padahal, ujarnya, Puskesmas Soreang telah menyiapkan unit mobil ambulans.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, untuk menanggulangi kesehatan para korban banjir, pihaknya telah menyiapkan berbagai macam obat. Selain itu, Puskesmas Soreang pun menyediakan kaporit untuk disebarkan ke setiap penampungan air milik warga, supaya meminimalisasi jumlah korban diare.
"Kami akan membuka posko kesehatan hingga kondisi lapangan dinilai aman. Bukan hanya bersiaga di posko, kami pun akan mengontrol kesehatan para korban dengan cara berkeliling rumah masing-masing korban," ucapnya.
Dia mengungkapkan, dalam menanggulangi kesehatan korban banjir CPI, Puskesmas daerah lainnya turur berpartisipasi. Diantaranya yaitu, Puskesmas Sangkanhurip dan Katapang

Sabtu, 17 November 2012

Pemeriksaan Kesehatan Cagub dan Cawagub Digelar 24-25 Desember

Bandung - KPU Jabar memastikan pemeriksaan kesehatan pasangan calon gubernur dan wagub digelar 24-25 Desember. Pemeriksaan akan dilakukan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS).

"Kita sudah memastikan pemeriksaan kesehatan para calon itu akhir pekan ini," kata Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat di Kantor KPU Jabar,Jalan Garut, Sabtu (17/11/2012).

Pemeriksaan kesehatan sengaja digelar dua hari. Sebab jumlah pasangan calon terhitung banyak, yakni lima pasangan.

"Jadi 24 Desember itu tiga pasangan calon yang diperiksa, 25 Desember dua pasangan," jelas Yayat.

Sebelum pemeriksaan, rencananya KPU akan menggelar rapat teknis dengan tim kampanye pasangan calon, dokter, dan semua pihak terkait.

"Dalam rapat nanti kita akan jelaskan teknis pemeriksaan seperti apa," pungkas Yayat.

Kamis, 15 November 2012

Kendali Biaya Pelayanan Kesehatan, Kunci Sukses BPJS

BPJS2
 Direktur Utama PT Askes (Persero) I Gede Subawa menyaksikan 
persiapan IT yang dimiliki PT Askes usai memberi pembekalan 
KM (Knowledge Management) kepada sekitar 200 karyawan baru, di Jakarta

Perusahaan pelat merah, PT ASKES (Persero) terus melakukan berbagai persiapan jelang bertransformasi menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada 1 Januari 2014 mendatang.
“Sebagai perusahaan yang mengelola program jaminan kesehatan selama 44 tahun, PT Askes siap mengemban amanah UU BPJS. Kami telah memiliki SDM dan sistem informasi teknologi yang siap mendukung program jaminan kesehatan semesta,” papar Direktur Utama PT Askes (Persero) I Gede Subawa saat memberi pembekalan KM (Knowledge Management) kepada sekitar 200 karyawan baru, di Jakarta,  Kamis.
Prinsipnya, kata Gede,  konsep managed care yang dipakai PT Askes (Persero) adalah implementasi dari pasal 24 dalam UU SJSN. Pasal ini menyebutkan BPJS mengembangkan sistem pelayanan kesehatan dan sistem kendali mutu pelayanan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas jaminan kesehatan.
“Bagi PT Askes ini merupakan sebuah pekerjaan yang sudah biasa kami lakukan. Hanya merupakan peningkatan volume kerja saja,” tambah Gede.
Karenanya, PT Askes (Persero) melakukan berbagai upaya pengendalian, terutama pengendalian biaya pelayanan kesehatan. Perusahaan dengan motto ‘melayani pelanggan melebihi harapan’ itu juga  mengoptimalkan pelayanan kesehatan berjenjang  dan rujuk balik (referral system).
Caranya, kata Gede, dengan  meningkatkan kinerja puskesmas dan dokter keluarga sebagai gatekeeper. Kemudian, adanya daftar plafon harga obat (DPHO), provider yang terseleksi, optimalisasi program promotif dan preventif, sistem pembayaran provider, kapitasi dan pola tarif paket RS, INA CBG’s, utilization review, serta adanya Dewan Pertimbangan Medik.
“Semua itu mengacu pada konsep managed care. Selain itu untuk biaya operasional PT Askes (Persero) juga menggunakan laba investasi dan berupaya agar tidak menggunakan premi dari peserta,” katanya.
TAMBAH KANTOR
PT Askes juga menambah kantor pelayanan dari 48 kantor menjadi 150 kantor di seluruh Indonesia. “Saat ini pun sedang dilatih sekitar 1.000 karyawan baru untuk memperkuat divisi sumber daya manusia (SDM),” cetus Gede.
Untuk memperkuat layanan, PT Askes juga telah menghibahkan 30 ambulans seharga Rp300 juta per unit untuk  rumah sakit di sejumlah daerah yang tidak memiliki kendaraan tersebut. Hibah ambulans semacam ini akan dilakukan tiap tahun tidak saja bagi rumah sakit negeri tetapi juga swasta untuk memperkuat pelaksanaan BPJS.
Soal pengumpulan dana premi dari masyarakat, Gede mengatakan, hal itu juga masih dibahas. Rencananya aktivasi kepesertaan akan memanfaatkan nomor induk kependudukan (NIK) yang ada di Kementerian Dalam Negeri.
“Jika pemilik NIK itu belum bayar premi, maka NIK-nya tidak aktif. Ketika NIK itu dibayar kembali di bank, maka NIK-nya otomatis aktif. Kecuali orang miskin yang preminya ditanggung oleh pemerintah,” ujarnya.
Gede merinci, peserta BPJS nantinya merupakan peleburan dari peserta Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) sekitar 90 juta orang yang preminya ditanggung pemerintah, peserta Askes (Asuransi Kesehatan) sebanyak 16,6 juta orang, dan sisanya peserta dari anggota TNI/Polri, serta peserta jaminan sosial tenaga kerja

Selasa, 13 November 2012

Telkomsel luncurkan program kesehatan untuk daerah Jambi

Sekali lagi, Telkomsel membuat program baru sebagai contoh layanan kepada pelanggannya. Program barunya ini menggarap sisi kesehatan untuk daerah Jambi.

Agar terlaksana sesuai dengan harapan, Telkomsel menggandeng Dinas Kesehatan Provinsi Jambi dalam pelaksanaannya. Program tersebut termasuk rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional. Menurut Head Of Telkomsel Branch Jambi Warjito, program tersebut berfungsi untuk memberikan informasi layanan kesehatan secara cepat dan tepat sasaran bagi masyarakat.

Ide awal penciptaan program ini karena saat ini masyarakat yang sudah mulai memaksimalkan penggunaan handset atau smartphone dalam mencari berita serta banyaknya orang yang mencari informasi seputar kesehatan.

Warjito menjelaskan bahwa program tersebut dikemas dalam format SMS broadcast dari program Wrb2 SMS Bulk Telkomsel. Dengan pesan singkat itu diperuntukkan bagi para kader PKK, kader Posyandu dan masyarakat dalam mendapatkan berbagai informasi kesehatan yang kesemua informasi tersebut akan dikirim oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jambi secara langsung.

Ia juga mengatakan, hadirnya Web2 SMS Bulk ini menjadikan metode sms sebagai pola penyuluhan baru yang akan digunakan di kalangan Dinas Kesehatan khusus bagi kader kesehatan dan masyarakat tersebar di Jambi.

"Untuk itulah kami mendukung sepenuhnya program Dinas Kesehatan yang memanfaatkan inovasi teknologi selular dimiliki Telkomsel yakni Web2 SMS Bulk, yaitu teknologi mengirim update informasi kesehatan melalui sms kepada sekitar 4.000 orang para kader Dinas Kesehatan akan menerima pesan dalam waktu bersamaan," katanya seperti yang dikutip Antara (13/11).

Sebelum ini, Telkomsel juga mengadakan program bagi-bagi rezeki untuk wilayah Sumatera. Program yang dinamakan Jutawan Bicara tersebut diciptakan sebagai rasa terima kasih Telkomsel terhadap penggunanya yang masih loyal menggunakan produk mereka

Senin, 12 November 2012

Cara menyembunyikan kebotakan pada pria

Pria takut kalau mereka tertangkap basah mengalami kebotakan. Ini bahkan menjadi mimpi paling buruk bagi pria. Gaya hidup tidak sehat dan stres merupakan faktor penting yang menyebabkan kebotakan pada pria. Lantas, bagaimana cara menyembunyikannya? Berikut adalah trik jitu menyembunyikan tanda kebotakan pada pria, seperti dilansir Boldsky.

1. Botak di sisi kanan atau kiri

Meniru gaya rambut rockstar yang sedang tren saat ini. Anda harus menipiskan rambut di bagian sisi kanan dan kiri, serta meninggalkan rambut spike di tengah. Kini, Anda bisa lebih percaya diri karena tidak ketahuan botak.

2. Botak di bagian tengah

Sebagian besar pria mengalami kebotakan di tengah kepala. Hal ini disebabkan oleh masalah hormonal dan keturunan. Jika sudah begitu, Anda harus memotong rambut sangat pendek untuk menyamarkan kebotakan.

3. Botak di bagian garis rambut

Garis rambut semakin surut dan menipis? Masalah ini biasanya dikarenakan oleh kesalahan menyisir rambut. Untuk menyembunyikannya, Anda cukup mengubah letak garis rambut. Jika awalnya garis rambut Anda terbelah di sisi kiri, ubahlah letaknya. Ingat, sebaiknya jangan menyisir rambut terlalu kasar.

4. Botak di bagian depan

Sebagian pria mengalami masalah pertumbuhan rambut, yang menyebabkan rambut tumbuh lebih lebat di bagian belakang kepala. Masalahnya, bagian dahi akan terlihat tipis dan hampir botak. Maka, pertama-pertama sisir rambut Anda dari belakang ke depan untuk menutupi kebotakan. Tarik rambut belakang ke depan dan berikan aksen poni panjang yang terjuntai alias polem.

5. Kebotakan parah

Anda mengalami kebotakan parah dan tidak tahu harus bagaimana? Cara terbaik untuk menyembunyikannya adalah dengan menggunduli kepala Anda.

Kebotakan adalah aib yang menjadi mimpi buruk bagi pria. Ini membuat mereka tidak percaya diri karena merusak penampilan. Yuk coba tipsnya!
RelmaxTop - the very best site counter. From creators of EasyHits4U